Cerai…
Aku sendiri sebagai anak memang belum pernah menjadi korban perceraian, meski ayah dan ibuku berbeda keyakinan, dan bahkan pernah dulu waktu kecil melihat kedua orang tuaku bertengkar, namun sampai Alm.ayah meninggalpun, belum pernah ku dengar satu kata2 "Cerai"….
Dan sekarang…satu kasus yang aku amati sangat2 mengharukan sekaligus menyedihkan bagi saya adalah perceraian antara TB dan TR. Dan akhirnya berebut anak…Yang pasti seorang anak akan sangat merindukan kedua sosok tersebut. Sungguh egois, aku sendiri tdk bisa membayangkan bagaimana perkembangan mental si anak…ketika harus menahan rindu akan pelukan, sanjungan, ciuman, senyuman yang dulu dirasakan.
Aku pernah merasakan kerinduan anak2ku ketika istriku pergi ke Cilegon hampir 1 minggu, setiap malam kurasakan kerinduan anak2ku. Tatapan anak ragil ku, tidak secerah ketika ibunya hadir menemani tidurnya.
Kadang aku tak tahan melihat wajah2 lugu mereka berubah menjadi seperti sebuah isyarat kerinduan akan pelukan dan senyuman ibunya.
Mengapa harus ada pernikahan, kalo sejak awal kita selalu membicarkan keandaian sebuah perceraian di masa datang ??
hemmm……..orang-orang yang aneh
setuju jika “cerai” adalah kata yang paling munafik dan jahat…
memang terkadang hal tersebut juga bisa saja menjadi jalan yang terakhir dan terbaik, tentunya tergantung dari mana melihat permasalahan dan pertimbangan setelahnya. sayangnya kita hanya lah manusia yang hanya bisa melihat waktu kedepan yang singkat dan hanya bisa memandang satu sisi dari permasalahan. tiap kita selalu melihat dengan sisi yang berbeda dan hal itu manusiawi.
tapi yang jelas, jikalau kita takut akan perpisahan ataupun perceraian maka lebih baik untuk tidak memiliki dengan sejuta harapan. takut memiliki lebih baik dari pada meninggalkan.
just opinion, ok.
salam
perceraian adalah jalan terakhir yang bisa ditempuh namun harus di hindari..
perceraian adalah perbuatan yang dibolehkan namun dibenci oleh Allah.
so… mudah2an kita jangan sampai cerai yach….